Berita  

Dana Nasabah Bank Jambi yang Diretas Mulai Terlacak, Sebagian Mengalir ke Kripto dan Rekening Bank Lain

Selayangnews.id | JAMBI | – Pemerintah Provinsi Jambi mengungkap perkembangan terbaru terkait kasus peretasan yang menimpa Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi. Sejumlah dana milik nasabah yang sebelumnya dilaporkan hilang kini mulai teridentifikasi alirannya.
Gubernur Jambi, Al Haris, menyampaikan bahwa dari total kerugian yang diperkirakan mencapai Rp143 miliar, sebagian dana telah terdeteksi berpindah ke berbagai jalur transaksi keuangan.
Menurutnya, sekitar Rp19 miliar diketahui telah dikonversi ke aset cryptocurrency, sementara dana lainnya tercatat masuk ke sejumlah rekening di Bank Permata dan Bank Sahabat Sampoerna.
Pemerintah daerah pun telah meminta dukungan dari Bank Indonesia serta Otoritas Jasa Keuangan agar proses pelacakan dana dapat dipercepat sehingga kerugian nasabah dapat ditekan dan pengembalian dana memungkinkan dilakukan.
Sementara itu, penyelidikan kasus ini terus dilakukan oleh Kepolisian Daerah Jambi. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi saat ini bekerja sama dengan Bareskrim Polri untuk mengungkap pelaku peretasan.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi, Taufik Nurmandia, menjelaskan bahwa pihaknya masih terus mengumpulkan keterangan dan bukti dari berbagai pihak, termasuk manajemen Bank Jambi.
Serangan siber yang terjadi pada 22 Februari 2026 itu berdampak luas terhadap layanan perbankan. Sejak dua pekan terakhir, layanan Mobile Banking dan ATM Bank Jambi terpaksa dihentikan sementara sebagai langkah pengamanan sistem.
Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Jambi, Zulfikar, menyatakan bahwa saat ini pihak bank tengah memenuhi berbagai standar keamanan yang diminta oleh otoritas melalui vendor penyedia sistem.
Ia menegaskan bahwa pembaruan sistem keamanan sedang dilakukan secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Bank Jambi menargetkan layanan Mobile Banking dan ATM dapat kembali beroperasi normal sebelum masa cuti bersama Idul Fitri tahun ini.
Penutupan sementara layanan tersebut membuat banyak nasabah harus datang langsung ke kantor bank untuk bertransaksi. Di sejumlah cabang, antrean panjang bahkan terjadi sejak dini hari.
Salah seorang nasabah pensiunan ASN di kantor cabang pembantu Thehok, Kota Jambi, mengaku sudah datang sejak pukul 05.30 WIB demi mendapatkan nomor antrean. Namun ia tetap tidak kebagian karena tingginya jumlah nasabah yang datang.
Akibat kejadian ini, kerugian yang dialami nasabah bervariasi, dengan jumlah kehilangan dana per orang berkisar antara Rp17 juta hingga Rp24 juta.
Hingga kini, layanan ATM dan Mobile Banking Bank Jambi masih belum dapat diakses. Pihak bank memastikan evaluasi sistem teknologi informasi terus dilakukan bersama otoritas terkait serta vendor untuk memperkuat keamanan sistem perbankan ke depan.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *