‎Pangkogabwilhan I Tinjau Lokasi Langsung Ke Tahura Batanghari, Tekankan Sinergi Dan Penanganan Cepat

Senyala.id (Jambi) — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Saifuddin, Kabupaten Batanghari, terus menjadi perhatian serius.
‎
‎Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, S.I.P., didampingi Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M., turun langsung meninjau lokasi Karhutla di kawasan Tahura, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, Selasa (22/9/2026).
‎
‎Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lapangan sekaligus memastikan langkah penanganan Karhutla berjalan secara terpadu, cepat dan terukur.
‎
‎Setibanya di lokasi, Pangkogabwilhan I menerima paparan mengenai perkembangan situasi Karhutla, kondisi medan, langkah pemadaman serta upaya pendinginan yang dilakukan oleh personel gabungan.
‎
‎Di tengah kondisi lapangan, Pangkogabwilhan I memberikan arahan dan masukan kepada seluruh unsur yang terlibat agar penanganan Karhutla dilakukan secara terintegrasi, tidak berjalan sendiri-sendiri, serta mengutamakan efektivitas operasi di lapangan.
‎
‎Pangkogabwilhan I menekankan, penanganan Karhutla harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari deteksi dini, pencegahan, patroli, pemadaman, pendinginan hingga pemulihan, dengan memperkuat koordinasi seluruh stakeholder.
‎
‎“Jangan hanya berpikir bagaimana memadamkan api, tetapi bagaimana persoalan ini dikerjakan, diselesaikan dan dicegah sejak awal. Semua unsur harus bergerak bersama dan memahami kondisi lapangan,” tegas Pangkogabwilhan I.
‎
‎Menurutnya, karakteristik kawasan yang terbakar harus menjadi perhatian dalam menentukan metode penanganan. Karena itu, setiap langkah di lapangan harus didukung pemetaan kondisi wilayah, informasi yang akurat dan koordinasi lintas sektor.
‎
‎Arahan tersebut sejalan dengan penekanan Pangkogabwilhan I sebelumnya bahwa penanganan Karhutla perlu bergeser dari pola reaktif menuju pencegahan dan penyelesaian akar persoalan, sehingga kebakaran tidak terus berulang setiap tahun.
‎
‎Usai meninjau langsung lokasi Karhutla di kawasan Tahura, rombongan kemudian bergerak menuju Rumah Dinas Bupati Batanghari.
‎
‎Di lokasi tersebut, Pangkogabwilhan I melanjutkan pembahasan bersama Bupati Batanghari dan seluruh unsur terkait mengenai perkembangan Karhutla di kawasan Tahura Batanghari.
‎
‎Pertemuan tersebut menjadi forum koordinasi untuk mengevaluasi langkah yang telah dilakukan sekaligus menyatukan strategi penanganan berikutnya, baik melalui operasi darat maupun dukungan unsur lainnya.
‎
‎Dalam pembahasan tersebut, sinergi antara TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Batanghari, BPBD Kabupaten Batanghari, Manggala Agni dan Damkar Kabupaten Batanghari menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan Karhutla berlangsung efektif.
‎
‎Kehadiran langsung Pangkogabwilhan I di lokasi menjadi penegasan bahwa penanganan Karhutla di Jambi membutuhkan kerja bersama, komando yang terkoordinasi, respons cepat dan langkah yang berkelanjutan.
‎
‎Kawasan Tahura Batanghari sendiri sebelumnya menjadi salah satu titik perhatian utama dalam penanganan Karhutla di Kabupaten Batanghari, dengan operasi darat dan dukungan udara terus diperkuat oleh unsur terkait.
‎
‎Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, seluruh unsur diharapkan mampu mempercepat pengendalian Karhutla sekaligus memperkuat langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali meluas.
‎
‎Pangkogabwilhan I menegaskan, penanganan Karhutla bukan pekerjaan satu instansi. Ini adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan kekompakan, kecepatan dan ketepatan tindakan di lapangan.
‎
‎(YT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *