Senyala.id (Jambi) – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, H. Ivan Wirata, ST, MM, MT, mengapresiasi pembangunan gedung baru Kantor Cabang Utama (KCU) Bank Jambi. Namun, ia mengingatkan agar peningkatan fasilitas fisik tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kinerja, produktivitas, teknologi, keamanan sistem, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Ivan, kehadiran gedung baru seharusnya menjadi momentum bagi Bank Jambi untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh, khususnya dalam tata kelola organisasi dan sistem manajemen.
“Setiap fasilitas, setiap sarana dan infrastruktur yang dibangun, secara otomatis akan membuat esensi kinerja lebih maju, meningkat dan lebih produktif,” ujar Ivan.
Ia berharap peningkatan fasilitas tersebut tidak berhenti pada perubahan fisik semata, tetapi juga diikuti perubahan pola kerja dan penguatan sistem manajemen.
Hal ini dinilai penting mengingat Bank Jambi sebelumnya sempat menghadapi persoalan keamanan siber yang berdampak terhadap layanan perbankan.
“Dari sisi indikatornya akan mengubah tata kelola kerja. Kemarin kita mendapat ujian dari hacker-hacker yang membuat gempar. Sekarang dengan kantor yang lebih bagus, kita berharap kinerjanya juga lebih bagus,” katanya.
Ivan menilai persoalan yang terjadi sebelumnya tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan kesalahan manajemen. Berdasarkan penelusuran, kata dia, terdapat keterlibatan pihak ketiga yang menimbulkan kerugian bagi Bank Jambi.
Karena itu, ia menekankan pentingnya peningkatan sistem teknologi dan keamanan digital agar gangguan serupa tidak kembali terjadi.
“Teknologinya mungkin harus lebih diperhitungkan sehingga problem seperti kena hacker kemarin tidak terjadi lagi. Saya rasa itu harus di-zero-kan,” tegasnya.
Pelayanan Harus Jadi Prioritas
Selain keamanan teknologi, Ivan juga meminta Bank Jambi memperkuat standar pelayanan kepada masyarakat.
Sebagai bank pembangunan daerah, menurutnya, Bank Jambi harus mampu memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat maupun pihak yang memberikan kontribusi terhadap bank tersebut.
“Yang kedua, dari segi standar pelayanan, bank itu harus berdampak kepada masyarakat dan berdampak kepada yang menanamkan kontribusinya terhadap Bank Jambi,” ujarnya.
Ia menilai peningkatan kualitas pelayanan akan berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat. Gangguan layanan seperti kendala transaksi melalui e-banking maupun ATM, kata Ivan, jangan sampai kembali terjadi.
“Secara langsung itu meningkatkan kepercayaan masyarakat yang menabung. Jangan lagi proses pengambilan uang seperti kemarin terkendala. Masalah e-banking dan ATM jangan sampai terjadi lagi,” katanya.
Ivan menegaskan, berbagai kelemahan yang ditemukan dari persoalan sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat sistem pelayanan sekaligus memulihkan kepercayaan publik.
Menurutnya, persoalan masa lalu harus sudah diidentifikasi dan diselesaikan secara efektif. Dengan demikian, gedung baru Bank Jambi dapat menjadi bagian dari transformasi menyeluruh, bukan sekadar perubahan dari sisi fisik.
Dorong Transaksi Ekonomi Masuk Bank Jambi
Di sisi lain, Ivan juga menyoroti besarnya potensi transaksi ekonomi di Provinsi Jambi. Ia menyinggung aktivitas investasi, termasuk sektor pertambangan batu bara, yang nilainya disebut mencapai triliunan rupiah.
“Pernah ada media yang menyampaikan bahwa investasi di Jambi, batu bara itu sampai sekian triliun. Kenapa tidak seluruh transaksi masuk melalui Bank Jambi?” ujarnya.
Menurut Ivan, apabila transaksi ekonomi di Jambi dapat lebih banyak dilakukan melalui Bank Jambi, hal tersebut berpotensi meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kalau seluruh transaksi berjalan di Bank Jambi, salah satu keuntungannya adalah kita dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Bank Jambi,” jelasnya.
Namun, ia mengakui Bank Jambi memiliki keterbatasan dalam mengelola seluruh transaksi yang berasal dari luar daerah, terutama transaksi yang berkaitan dengan ekspor dan impor.
“Bank Jambi tidak bisa mengatur uang yang dari luar. Untuk mengelola ekspor-impor juga ada mekanismenya. Jadi itu harus ditingkatkan,” katanya.
Bank Jambi Diminta Terus Upgrade Sistem
Ivan mendorong jajaran Bank Jambi untuk terus meningkatkan kapasitas dan melakukan upgrade terhadap sistem pengelolaan perbankan, baik untuk kebutuhan nasional maupun internasional.
Menurutnya, penguatan sistem tersebut penting agar Bank Jambi mampu mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan perekonomian daerah sekaligus memberikan kontribusi terhadap ruang fiskal pemerintah daerah.
“Secara otomatis Bank Jambi harus meng-upgrade sistem pengelolaan, baik nasional maupun internasional. Jadi kita bisa menopang PAD masuk ke ruang fiskal,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan kontribusi Bank Jambi terhadap daerah juga harus dibarengi inovasi dan kemampuan jajaran manajemen dalam membaca peluang bisnis.
“Dividen itu penting. Karena itu harus ada pola inovasinya. Pimpinan direksi, komisaris, apalagi Pak Gubernur, harus betul-betul jeli dalam melihat peluang,” tegas Ivan.
Dengan demikian, Ivan berharap pembangunan gedung baru KCU Bank Jambi tidak hanya menjadi simbol peningkatan fasilitas, tetapi juga menjadi titik awal penguatan kinerja, keamanan digital, pelayanan, inovasi bisnis, serta kontribusi Bank Jambi terhadap perekonomian dan PAD Provinsi Jambi.
(YT)
Ivan Wirata Apresiasi Gedung Baru Bank Jambi, Soroti Keamanan Siber hingga Kontribusi PAD












