Kabar yang sempat membuat ribuan nasabah waswas akhirnya berujung lega. Dana yang hilang akibat dugaan serangan siber di Bank Jambi kini resmi diganti 100 persen tanpa potongan sedikit pun.
Penggantian dana mulai direalisasikan pada Jumat 27 Februari 2026, setelah mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Momen ini bahkan disebut manajemen sebagai “Jumat Berkah” bagi para nasabah.
Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank Jambi yang juga Direktur Operasional, Zulfikar, memastikan seluruh dana nasabah yang terdampak telah disiapkan untuk dikembalikan.
Alhamdulillah, setelah persetujuan RUPS, hari ini kami bisa menyalurkan sekaligus mengganti dana nasabah yang hilang,” ujarnya.
Sejumlah nasabah yang sebelumnya kehilangan saldo mengaku kini bisa bernapas lega.
Azizah, nasabah KCU Bank Jambi, mengungkapkan rasa syukurnya karena dana miliknya kembali utuh.
“Saya yakin Bank Jambi akan bertanggung jawab. Dan benar, dana saya kembali 100 persen,” katanya.
Hal serupa dirasakan Eti Subiarti dan Suwairini. Keduanya sempat kehilangan saldo hingga Rp24 juta. Setelah mendatangi kantor cabang, uang tersebut langsung dikembalikan sepenuhnya.
“Janji pimpinan ditepati. Kami bahagia karena dana dikembalikan tanpa potongan,” ujar mereka kompak.
Pengembalian ini berlaku di seluruh cabang dan KCP Bank Jambi di kabupaten/kota.
Meski dana telah dikembalikan, layanan Mobile Banking dan channel digital Bank Jambi masih menunggu hasil audit forensik dan persetujuan dari Bank Indonesia sebelum kembali beroperasi penuh.
Manajemen menyampaikan apresiasi kepada para pemegang saham — gubernur serta bupati/wali kota — juga regulator seperti OJK dan Bank Indonesia yang telah mendukung proses penyelesaian.
Komitmen Pulihkan Kepercayaan
Sejak Kamis 26 Februari 2026, penyaluran dana telah dilakukan secara bertahap dan dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu 28 Februari 2026.












